Allegri Bocorkan Target Juve Antara Conte, Inzaghi atau Guardiola?

Ketika Juventus sudah dipastikan tidak akan bekerja sama lagi dengan Massimiliano Allegri di kompetisi musim depan. Spekulasi pergantian posisi tertinggi kepelatihan raksasa Serie A Italia itu pun semakin kencang, dan kini muncul berbagai pertanyaan siapakah sosok pelatih baru Cristiano Ronaldo cs di musim 2019-2020?.

Hari Jumat, 17 Mei 2019 kemarin adalah momen dimana Juventus merilis kepastian Allegri meninggalkan Allianz Stadium. Dalam pernyataan terbuka di situs websitenya, Juventus memastikan bahwa wajah Allegri tidak akan ada lagi di bangku cadangan musim depan.

Kini kabar pergantian Allegri semakin kencang, terdapat nama-nama pelatih kelas dunia macam Josep Guardiola hingga nama Sinisa Mihajlovic pun disebut-sebut sebagai suksesor Allegri. Ditengah semaraknya isu tersebut, Allegri pun mencoba berbagi jawaban tentang masa depan Juventus setelah dirinya pergi.

Sebelumnya sudah ada nama pelatih macam Simone Inzaghi, Maurizio Sarri, Sinisa Mihajlovic hingga nama mantan pelatih Juventus sebelum Allegri, Antonio Conte. Ketika pertanyaan datang terkait siapakah calon pengganti dirinya di skuat Juventus musim depan, Allegri pun menjawabnya dengan jawaban yang diplomatis.

“Klub tentu mengetahui apa yang terbaik untuk melatih dan melanjutkan skuat pemenang ini. Liga Champions sangat sulit, kami bermain dua leg melawan Ajax dengan begitu banyak cedera. Saya tidak akan mengatakan bahwa setelah Atletico kami harus membuat pilihan, tapi saya memang perlu mengunci Serie A,” jawab Allegri berikut alasan dirinya berpisah dengan Juventus.

“Comeback lawan Atletico tampak seperti sesuatu yang tak pernah bisa diulang, kecuali kemudian Liverpool melakukannya lawan Barcelona. Di musim di mana anda memiliki masalah banyak cedera, anda harus memprediksi apa yang akan terjadi dan fokus pada prioritas. Prioritas kami adalah mengamankan scudetto. Orang-orang terus bertanya kepada saya soal Atletico dan saya memikirkan Bologna,”

“Ketika Anda memiliki pasukan besar yang ada, anda harus membuat pilihan. Saya pikir kami memiliki 37 line up berbeda dalam 38 pekan, karena saya harus merotasi, membuat semua orang terlibat dan tetap bugar. Banyak orang mengatakan bahwa ini mudah untuk juara, tapi tentu saja tidak, terutama untuk kali kedelapan beruntun,”

“Para pemainlah yang membuat ini semua tampak lebih mudah. Skuat ini mampu menjalankan Liga Champions yang luar biasa, telah terjadi pertumbuhan yang konstan di dalam dan di luar lapangan. Saya percaya kuncinya menjalani Liga Champions adalah dengan gembira tanpa rasa khawatir,” tutup Allegri.

Musim ini Juventus hanya mengantongi dua gelar domestik saja, dimana satu Piala Super Coppa dan satu Piala Serie A Italia. Bersama Allegri, Juventus tetap menjadi tim yang kuat di domestik dan selalu di perhitungkan di pentas Eropa sebagai tim besar yang siap merajai pentas dunia kapan saja.

Leave a Comment