Ander Herrera Sebenarnya Tak Ingin Tinggalkan MU

Jelang duel liga Champions antara Paris Saint-Germain melawan Manchester United, gelandang Ander Herrera mengungkapkan fakta bahwa sebenarnya dia tidak ada niatan pergi dari Old Trafford.

Sebagaimana diketahui, Manchester United merekrut Ander Herrera dari Athletic Bilbao pada bursa transfeer musim panas tahun 2014 silam. Bersama dengan Setan Merah, yang bersangkutan mencatatkan 189 caps dan sempat meraih penghargaan sebagai Player of The Year.

Bisa dikatakan, pada era kepelatihan Jose Mourinho, Herrera adalah salah satu andalan utama Manchester United. Dia bahkan sempat jadi andalan Solskjaer, namun entah mengapa klub melepasnya secara cuma-cuman di akhir musim 2018/19 lalu.

Selepas meninggalkan MU, sang pemain lantas bergabung dengan Paris Saint-Germain dan menyepakati kontrak berdurasi lima tahun. Menariknya, Rabu besok (21/10), Herrera akan berhadapan dengan sang mantan klub, Manchester United pada laga pertama Liga Champions.

Berbicara mengenai sang mantan klub, Herrera hanya bisa mengatakan bahwa dia sama sekali tidak punya niatan untuk pergi dari Old Trafford. Dia bahagia di MU, tapi sayang pihak manajemen klub tak kunjung datang dengan tawaran kontrak baru.

“Niat saya bukanlah meninggalkan klub dan saat itu saya merasa bahagia di sana — sama bahagianya dengan saya sekarang di sini. Ini bukan rahasia. Saya bernegosiasi untuk kontrak baru lebih dari satu tahun dan saya berharap lebih dari para petinggi setelah musim ketiga saya, ketika saya terpilih jadi player of the year.”

“Mereka tidak mendatangi saya musim panas itu, bahkan mereka tidak menelepon saya. Dan itu sangat menyakitkan bagi saya sebab saya merasa telah memberikan segalanya,” cetus Herrera kepada The Telegraph.

Meski merasa kecewa, tapi sang pemain menegaskan bahwa dia sama sekali tak punya masalah pribadi dengan para petinggi klub. Dia merasakan cinta dari para fans, namun tidak demikian dengan pihak Manchester United.

“Saya ingin memastikan bahwa tidak ada masalah personal sama sekali. Begitulah hidup,”

“Namun, benar bahwa setelah musim ketiga saya ketika jadi pemain terbaik, ketika saya mendapatkan respek dan cinta dari fans, saya tidak merasakan cinta itu dari klub,” tutupnya.

Leave a Comment