Barcelona Ejek Real Madrid Yang Tak Punya Tim Perempuan

Rivalitas sengit Barcelona dengan Real Madrid memang tiada akhir, terbaru ini lewat sebuah pengakuan ejekan yang keluar dari wakil Presiden Barcelona, Jordi Mestre, dengan merasa aneh karena klub sekelas Real Madrid tidak memiliki tim perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam turnamen yang digelar di Spanyol tersebut.

Memang benar adanya bahwa dalam dua musim terakhir, sepak bola Eropa khususnya untuk tim perempuan telah berkembang. Dari beberapa negara bagian Eropa, mereka terlihat sudah menggelar kompetisi lokal sepak bola perempuan secara permanen. Tak hanya Spanyol, kini kompetisi itu sudah masuk ke level Liga Champions.

Sampai sejauh ini, tim perempuan Barcelona masih menjadi yang terbaik di Spanyol, juga di Eropa. Pada edisi musim 2018/19, tim perempuan Barcelona bahkan sukses menembus babak final Liga Champions sebagaimana prestasi itu tidak bisa diberikan oleh tim laki-laki Barcelona.

Sepak bola perempuan Spanyol adalah satu yang mengalami perkembangan signifikan. Klub-klub La Liga pun turut ambil bagian dalam kompetisi yang digelar. Selain Barcelona, Atletico Madrid dan Valencia pun menjadi salah satu yang kuat dalam mempertahankan sepak bola perempuannya.

Menariknya disini ketika tim perempuan dari sepak bola Real Sociedad keluar sebagai juara Copa de la Reina dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Barcelona dan Atletico Madrid.

“Ada keberadaan tim perempuan dari Madrid, tapi itu tidak ada hubungannya dengan Real Madrid. Saya pikir akan sangat bagus untuk sepak bola jika ada Real Madrid. Ini akan menjadi sebuah tambahan persaingan yang bagus dalam ajang El Clasico,” ejek Jordi Mestre untuk EL Real.

“Sudah banyak tim La Liga Spanyol yang memiliki tim sepak bola perempuan. El Clasico pasti akan membuat daya tarik makin seru. Saya rasa, itu bisa jadi daya pikat yang besar bagi sepak bola wanita. Tetapi, tiap klub punya kebijakan berbeda,”

“Andai Madrid belum juga memiliki tim perempuan, maka mereka berpikir masih belum penting. Pada level olah raga, ada klub yang sudah bekerja keras pada tim wanita seperti Athletic Bilbao, Real Sociedad, Atletico Madrid,” tutup Jordi Mestre.

Di final Liga Champions perempuan sendiri, Barcelona akan bertarung kontra wakil Perancis, Lyon. Jadwal sendiri akan digelar pada hari Sabtu, 18 Mei 2019 waktu setempat. Besar harapan dari sang presiden bahwa tim sepak bola perempuan mereka bisa mengangkat piala si kuping besar Eropa tersebut.

“Jelas ini sebuah sejarah bagi klub. Bahkan hanya dengan mencapai final, entah nanti juara atau tidak, ini adalah sukses besar bagi tim yang baru saja menjadi profesional belum lama ini,”

“Kami melawan tim di final dengan kualitas anggaran yang jauh lebih besar, sangat besar. Ini akan jadi laga yang sulit. Bukan hanya karena finansial, tapi juga Lyon sudah punya lebih banyak pengalaman bermain di Eropa,” akhir kata Jordi Mestre.

Leave a Comment