Berenang Bareng Rekan-Rekannya, Ronaldo Dikecam Eks Bos Juve

Masa karantina tak lantas membuat Cristiano Ronaldo berdiam diri di rumah. Baru-baru ini, beredar foto Mega bintang Portugal tersebut sedang berenang bersama sejumlah rekannya. Foto itu lantas memantik kecaman dari Giovanni Cobolli Gigli yang diketahui sebagai eks Presiden Juventus.

Juventus sendiri sejatinya telah mewajibkan kepada semua pemain mereka untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Tujuannya jelas, agar penyebaran wabah Virus Corona atau COVID-19 ini tak semakin menjadi-jadi.

Terlebih, sampai berita ini diturunkan sudah ada tiga temuan kasus Positif Covid-19 dalam skuat Bianconneri. Ketiga pemain tersebut adalah Daniele Rugani, Blaise Matuidi dan Paulo Dybala.

Tak hanya karantina Mandiri, para pemain Juventus juga tidak diperbolehkan mudik ke kampung halaman mereka. Kecuali Cristiano Ronaldo, karena pemain berusia 35 tahun memang sudah ada di Portugal sebelum kebijakan tersebut.

Ronaldo langsung terbang ke Portugal setelah partai melawan Inter Milan. Alasannya karena sang ibunda sedang mengalami stroke, namun kondisinya sekarang sudah membaik. Tapi, Pandemi Corona ini membuat Ronaldo terjebak di kampung halamannya dan menjalani karantina mandiri.

Namun, di tengah-tengah anjuran mengisolasi diri sendiri dengan berdiam di rumah, justru beredar foto Cristiano Ronaldo sedang berenang di sebuah kolam bersama beberapa rekannya.

Tingkah laku sang mega bintang memicu kritik dan kecaman dari mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli.

“Hal-hal di Juventus menjadi rumit ketika Cristiano Ronaldo pergi. Ronaldo bilang dia akan pergi ke Portugal karena ibunya, tapi sekarang dia hanya tampak berfoto di tepi kolam renang. Ketika pengecualian dibuat untuknya, segalanya berantakan dan orang lain ingin pergi tetapi seharusnya tidak seperti ini. Mereka semua seharusnya dikarantina,” kata Gigli dikutip dari Marca.

Italia sendiri adalah negara kedua setelah China yang merasakan dampak terparah dari wabah Virus ini. Total, sudah ditemukan lebih dari 70.000 kasus Corona di Negeri Spaghetti. Jumlah tersebut akan terus bertambah hari demi hari.

Karenanya, pemerintah Italia lantas me-lockdown semua wilayah mereka. Sepakbola pun dilarang, bahkan kompetisi Serie A italia musim ini akan ditangguhkan sampai Mei 2020 mendatang.

Leave a Comment