De Ligt Cuek Dengan Isu Liar Tentang Dirinya?

Maurizio Sarri bisa dibilang sebagai pelatih yang melihat jelas perkembangan para pemainnya, terbukti mantan pelatih Chelsea ini meminta kepada bek Juventus, Matthijs De Ligt untuk menurunkan berat badannya sebagaimana penurunan performa menimpanya.

Isu yang berkembang luas ini langsung dibantah oleh Matthijs De Ligt, adapun pemain muda Belanda ini merupakan wajah baru dibarisan pertahanan Juventus. Datang dari Ajax dengan banderol 75 juta euro, maka pantas jika sang bek selalu dilanda tekanan.

Dari Eradivisie Belanda ke Serie A Italia jelas berbeda, dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi ulang. Lantas dua perbedaan ini membuat permainan Matthijs De Ligt naik turun. Hal ini terlihat jelas bagaimana cara bermain sang pemain di beberapa partai Juventus di musim ini.

Awal kisruh ini terjadi adalah ketika Matthijs De Ligt dianggap sebagai biang kerok dari dua dan tiga gol yang dicetak Napoli saat Juventus menang 4-3. Perlahan mulai kembali positif, dan sampai munculnya yang baru ketika berlaga melawan Inter Milan.

Situasi ini memunculkan sisi liar yang dimiliki oleh Matthijs De Ligt. Tak sampai disitu saja, hubungan itu pun membawa ke arah beberapa permintaan Sarri, salah satunya adalah meminta sang pemain untuk diet.

Semakin panasnya isu itu digoreng, De Ligt pun membantah semua itu. Menurutnya, isu yang tersebar ke publik terlampau liar sampai dirinya tidak tertarik untuk melemparkan beberapa balasan baik kepada wartawan maupun media cetak.

“Berita yang tersebar sekarang bagai sebuah tindakan liar. Saya sudah tak lagi terkejut dengan itu. Terkadang saya pikir saya bermain dengan baik, namun sepertinya ada sesuatu yang salah,” buka Matthijs De Ligt.

“Namun itu semua hanyalah opini semata. Penting untuk mengetahui apa yang saya lakukan dengan baik dan apa yang telah berjalan buruk dan saya paham betul soal itu,”

Jika membedah lebih dalam, maka rencana memainkan Matthijs De Ligt secara cepat tidak masuk dalam rencana Sarri. Bisa dibuktikkan ketika Sarri menyampaikan alasan mengapa harus memainkan Matthijs De Ligt, dalam hal ini adalah karena Giorgio Chiellini sedang dilandang cedera.

Chiellini di prediksi akan menjalani beberapa proses penyembuhan cedera selama enam bulan, dengan demikian kesempatan unjuk gigi Matthijs De Ligt seakan terbuka lebar, dan melawan Inter di Serie A pekan kemarin adalah buktinya.

“Pemain baru yang datang sudah semestinya harus melakukan adaptasi, Juventus sudah memiliki dua bek hebat dengan Chiellini dan Bonucci. Rencananya adalah memasukkan saya ke dalam tim secara perlahan, namun itu berjalan berbeda,” lanjut Sarri.

“Lantas bagus sekali ketika pemain mendapatkan kesempatan bermain lebih awal, namun anda akan terlempar ke dalam jurang terjal dengan cepat. Itu adalah tantangan yang bagus untuk saya,” tutupnya.

Leave a Comment