Demi Uang, De Ligt Pilih Juve Ketimbang Barca

Ditengah tanda tanya besar kemana karir bek muda bertalenta Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt selanjutnya. Muncul sebuah ucapan keras dan tegas dengan kandungan mengkritik kepada sang pemain yang dianggap oleh pengamat sepak bola Belanda, Hugo Borst sebagai sosok mata duitan.

Menurut Hugo Borst, De Light memilih Juventus ketimbang Barcelona karena uang. Adapun saat ini kabar semakin menjuruskan kepada kepastian De Ligt meninggalkan Ajax di bursa transfer musim panas 2019 ini. Meski sampai sekarang belum diketahui kemana karir De Ligt selanjutnya, namun sudah bisa di prediksi lebih dalam.

Nama De Ligt banyak dikaitkan oleh tim elite Eropa, macam Juventus, Barcelona, dan juga raksasa asal Prancis, Paris Saint-Germain. Namun mereka lah yang masih bertahan dalam melakukan pendekatan personal maupun internasional dengan mengajukan penawaran kepada Ajax.

Usut punya usut, sekarang ini Barcelona sudah menyatakan mundur lantaran permintaan gaji tinggi yang disampaikan oleh sang agen, Mino Raiola. Sedangkan Paris Saint Germain melalui direktur baru, Leonardo menyatakan masih berupaya keras melakukan berbagai cara untuk bisa mensukseskan transfer ini.

Nama Juventus lah yang disebut-sebut paling depan dalam perburuan De Ligt. Menurut sumber terpercaya, sang pemain sendiri sudah klop dengan Juventus ketimbang berkarir di La Liga Spanyol, dan Ligue 1 Perancis. Tak sampai disitu saja, mereka juga diklaim siap memenuhi permintaan gaji De Ligt.

Mendengar gosip yang berkembang sekarang, Borst pun merasa kaget dan tidak percaya. Pasalnya Juventus diprediksi bukanlah tempat yang cocok untuk De Ligt dalam misi mencari tantangan baru karena hanya berstatus sebagai jawaran kompetisi lokal saja dan sering kali gagal di Liga Champions.

“Juve? Ha! Klub itu sudah mendapatkan jaminan juara di liga dan mereka tak mampu mengangkat trofi Liga Champions meskipun dengan Cristiano Ronaldo,” cetus Borst.

Selanjutnya timbul pertanyaan, mengapa De Ligt lebih memilih Juventus? Borst meyakini bahwa De Ligt hanya mengincar gaji tinggi yang sanggup dibayar oleh tim asuhan Maurizio Sarri tersebut. Atas dasar itulah mengapa dirinya dengan berani menyebut De Ligt sebagai sosok yang mata duitan.

“Kenapa De Ligt ingin ke Italia? Raiola sepertinya meminta gaji tahunan sebesar 14 juta euro. Sejak kapan De Ligt menjadi mata duitan?. Jika anda bisa memilih di tempat mana pun di dunia ini, anda akan memilih Premier League, Barca, atau Real Madrid. Inggris dan Spanyol adalah dua liga terkuat di dunia. Di negara itu, anda bisa melihat pemain terbaik dan menyaksikan mereka berkembang,” tutup Borst.

Tanda tanya yang paling besar adalah bukan sekedar uang De Ligt memilih Juventus, namun banyak klaim menyebutkan jika sang pemain tertarik merumput ke Serie A Italia adalah berkat ajakan dari Cristiano Ronaldo yang memberikan godaan kepada De Ligt ketika Portugal berjumpa dengan Belanda di ajang European Leagua 2019.

Leave a Comment