Ferdinand Kenang Momen saat Messi Permalukan Manchester United

Bek Legendaris Manchester United Rio Ferdinand, mengenang kembali momen Final Liga Champions Eropa di Wembley pada tahun 2011 silam. Menurutnya, saat itu Messi sukses jadi bintang utama di atas lapangan, membuat para pemain MU terlihat bodoh.

Setelah sempat bertemu dan kalah pada partai puncak Liga Champions Eropa di tahun 2009, Manchester United kembali dihadapkan dengan Barcelona dua tahun berselang. Final UCL Wembley 2011, mereka kembali berhadapan dengan Wakil La Liga tersebut.

Namun nahasnya, pengalaman kekalahan di dua tahun sebelumnya tak banyak membantu MU. Mereka yang masih diperkuat pemain-pemain top dibawah arahan Sir Alex Ferguson pada akhirnya takluk dengan skor telak 1-3 dari Barcelona.

Pedro Rodriguez, Lionel Messi dan David Villa masing-masing mencetak satu gol ke gawang Van Der Sar, sementara Manchester United hanya mampu membalas lewat gol tunggal Wayne Rooney.

Memang sulit mengalahkan Barcelona era Pep Guardiola saat itu, mereka masih memiliki Xavi dan Iniesta yang solid di lini tengah. Namun, ada satu pemain yang membuat Ferdinand takjub, tak lain adalah Lionel Messi.

“Messi adalah seorang pembunuh.Ronaldinho tidak nyata, penyihir yang bebas mengalir. Tetapi Messi, dia melakukan semuanya namun selalu ada gol atau assist di penghujung” kata Ferdinand ke Copa90.

Mantan bek Timnas Inggris ini mengakui bahwa Barcelona seperti memberikan pelajaran kepada Manchester United saat itu. Para pemain legendaris seperti Scholes dan Giggs hanya bisa terbungkam melihat Barca kembali mengangkat trofi Juara di hadapan mereka.

“Barca memberi kami pelajaran di Wembley. Saya melihat mereka mengangkat trofi dan saya, Giggsy, dan Scholesy sedang berdiri di sana dengan menutup mulut, saya berkata: ‘Saya merasa dipermalukan,” tandasnya.

Tak hanya ferdinand yang mengakuinya, bahkan manajer Sir Alex Ferguson memberikan sanjungan langsung selepas pertandingan. Dia menilai, Barcelona saat itu adalah lawan terbaik yang pernah dia hadapi sepanjang karirnya sebagai pelatih.

“Mereka adalah yang terbaik di Eropa, tidak perlu dipertanyakan lagi. Selama saya melatih, saya bisa bilang bahwa mereka adalah tim terbaik yang pernah kami hadapi. Semuanya tahu dan saya menerimanya,” ungkapnya.

Leave a Comment