Indonesia Batal Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Bulu Tangkis Seri Asia

Usai memutuskan untuk mundur dari Turnamen Thomas dan Uber Cup 2020, Indonesia juga menyatakan mundur dari pengajuan diri menjadi tuan rumah di Turnamen Olahraga Bulu Tangkis seri Asia.

Seperti diketahui, sebelumnya PBSI memang sedang giat mempersiapkan para atlet untuk terjun di Turnamen Thomas dan Uber Cup 2020. Bahkan mereka mengadakan Turnamen Simulasi untuk kompetisi tersebut.

Sayang sekali, akhir pekan kemarin PBSI mengumumkan bahwa Indonesia telah mundur dari Turnamen tersebut dikarenakan beberapa hal yang berkaitan dengan wabah Covid-19.

Kini, hanya sehari berselang, Indonesia mundur dari pengajuan diri menjadi tuan rumah turnamen Bulu Tangkis seri Asia.

Sebenarnya keputusan Indonesia untuk membatalkan pengajuan ini sangat disayangkan, pasalnya pihak BWF sangat mempertimbangkan Negara kita untuk jadi tuan rumah di tiga turnamen Asia, antara lain Asia Open I, Asia Open II dan BWF World Tour Finals 2020.

Rencananya, ketiga turnamen tersebut nantinya akan digelar pada bulan November 2020 mendatang.

Akan tetapi, Indonesia benar-benar tidak berdaya di tengah-tengah pandemi Virus Corona yang penyebarannya masih tergolong masif. Situasinya semakin rumit karena DKI Jakarta sudah menerapkan aturan PSBB lagi.

Wajar saja, pasalnya di Ibu Kota sendiri jumlah penambahan angka covid-19 meningkat tajam, bahkan mencapai lebih dari 1000 kasus baru per harinya.

Bahkan, sampai berita ini diturunkan ada total 59 Negara yang melarang warga mereka untuk berkunjung ke Indonesia. Alasannya selain karena penyebaran Virus yang masif, pelayanan kesehatan di Negara Kita juga sangat minim.

“Melihat reaksi dari calon negara peserta, BWF kelihatannya akan menarik penawarannya dari Indonesia sebagai tuan rumah turnamen seri Asia, karena itu kami mengambil sikap untuk segera membatalkan rencana jadi tuan rumah, ” kata Budi dalam rilis PBSI.

PBSI juga telah menulis surat resmi kepada Menpora Zainudin Amali mengenai keputusan tersebut. Mereka juga telah membatalkan reservasi gedung yang dipesan untuk penyelenggaraan turnamen.

Para Atlet Bulu Tangkis yang sempat terlibat dalam simulasi Thomas dan Uber Cup 2020 mengaku legowo dengan keputusan ini.

Leave a Comment