Liga Champions Jadi Impian Juve, Tapi Scudetto Juga Penting

Setelah terakhir kali juara di tahun 1996 silam, Juventus tentu saja sangat mendambakan gelar Liga Champions Eropa lagi. Apalagi, mereka sudah empat kali gagal di babak final. Pelatih Maurizio Sarri membenarkan hal tersebut, tapi penting juga untuk mempertahankan Scudetto.

Juventus berhasil mengukuhkan posisi di puncak klasemen sementara Serie A Italia berkat kemenangan tipis 2-1, atas SPAL Sabtu lalu (22/02). Pelatih Mauruzio Sarri melihat adanya perkembangan positif dari performa para pemainnya dalam laga tersebut.

Akan tetapi, Sarri sadar bahwa tuntutan yang ia hadapi di Juventus sangatlah besar. Publik berharap para pemain bisa tampil gemilang sepanjang 90 menit pertandingan.

“Itu tergantung apa yang orang harapkan. Tim ini berkembang, saya pikir dan berharap kami memiliki margin besar untuk peningkatan, terutama dalam konsistensi kinerja dan intensitas kami selama 90 menit,” kata Sarri, seperti dilansir Tribal Football.

Dengan kemenangan itu, Juve kini unggul enam poin atas Inter Milan, sementara sang rival belum memainkan pekan ke-25. Namun laga selanjutnya tak kalah sulit, mereka akan berhadapan dengan Lyon pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa.

Tentu fans berharap Juve lolos dan menjuarai kompetisi tersebut. Sarri pun sadar akan pentingnya gelar Liga Champions Eropa bagi para Tifosi, namun dia juga menekankan bahwa tetap penting untuk mempertahankan Scudetto.

“Tujuan kami harus tetap meraih Scudetto dan Liga Champions adalah impian. Dalam hidup kadang-kadang ada baiknya mengejar impian Anda dan kehilangan tujuan Anda. Ini adalah kompetisi yang berada dalam jangkauan 10-12 tim, jadi siapa pun yang menang pada akhirnya bukan hanya yang terbaik, tetapi juga yang paling beruntung,” kata eks Manajer Napoli tersebut.

Chelsea adalah contoh terdekat betapa sulitnya kompetisi dengan sistem gugur. Musim kemarin, dia berhasil mengantarkan The Blues juara Liga Europa.

“Musim lalu Chelsea bermain di Liga Europa dengan 13 kemenangan dan dua kali imbang, namun kami berisiko keluar pada satu babak dan harus lolos kualifikasi melalui adu penalti.” terangnya.

Adapun pertandingan melawan Lyon akan berlangsung pada kamis dinihari WIB mendatang, 27 Februari 2020.

Leave a Comment