Luke Shaw Kembali Ceritakan Bagaimana Sulitnya Era Jose Mourinho

Luke Shaw Kembali Ceritakan Bagaimana Sulitnya Era Jose Mourinho

Bek andalan Manchester United, Luke Shaw kembali menceritakan bagaimana sulitnya era Jose Mourinho di kursi manajer Setan Merah, terutama bagi dia, dimana performanya saat itu tidak berada dalam level terbaik.

Adapun, performa Luke Shaw pada kampanye musim 2020/21 ini terbilang cukup konsisten, dimana dia berhasil jadi salah satu andalan manajer Ole Gunnar Solskjaer di lini pertahan Setan Merah.

Berkat hal tersebut, bek berusia 25 tahun tersebut akhirnya kembali mendapatkan panggilan dari Tim Nasional Inggris untuk ikut terjun dalam jeda Internasional mulai pekan depan.

Singkatnya, performa Luke Shaw sekarang ini jauh lebih baik dibandingkan dengan performanya di musim-musim sebelumnya, terutama saat Manchester United masih ditangani oleh Jose Mourinho.

Saat berbicara tentang hal tersebut, Shaw sendiri tidak bermaksud untuk mengeluhkan gaya main yang diterapkan The Special One beberapa tahun lalu di Manchester United, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa itu adalah masa-masa sulit baginya.

Apa yang terjadi, sejauh Shaw memahami dia kekurangan rasa percaya diri sehingga itu sangat mempengaruhi performanya di atas lapangan.

“Saya tidak ingin terlihat seperti anak kecil yang tidak bisa mengatasi tekanan, sebab bermain di klub sebesar Manchester United berarti Anda akan selalu tertekan dan disorot,”

“Namun, saat itu [era Mourinho] saya tidak punya kepercayaan diri. Saya kehilangan keyakinan saya. Dan saya kira itulah yang berubah dengan Ole.” kata Shaw kepada Sky Sports.

Karena alasan itu juga, Shaw tak merasa bahwa ada yang berbeda dari gaya mainnya pada era Ole Gunnar Solskjaer, dia hanya merasa lebih percaya diri dan menikmati permainannya di atas lapangan.

“Dia melatih saya dengan tepat dan saya bisa menemukan kepercayaan diri saya kembali, saat ini saya benar-benar menikmati permainan saya,”

“Kenikmatan itu dan kepercayaan diri, bagi saya itulah dua hal yang Anda butuhkan di lapangan. Anda membutuhkan kepercayaan diri untuk memberikan performa terbaik di level tinggi. Saya merasa memiliki itu sekarang,” tutupnya.

Leave a Comment