Naby Keita Tolak Barca dan Bayern demi Liverpool

Naby Keita, gelandang berusia 23 tahun ini telah resmi bergabung dengan Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun ini. Nah ternyata sebelum memutuskan bergabung dengan Tim Marseyside, pemain asal Guinea itu rupanya sempat menolak tawaran dua raksasa Eropa, Bayern Munchen dan Barcelona.

Sebenarnya, Naby Keita sudah dikaitkan dengan Liverpool sejak musim panas tahun lalu, atau puncaknya pada bursa transfer musim dingin januari kemarin. Pada musim dingin lalu, Tim marseyside kehilangan gelandang andalan mereka Philippe Coutinho yang memutuskan hengkang ke Barcelona. Sayangnya saat itu usaha Liverpool untuk mendapatkan Keita berakhir nihil.

Namun begitu, Liverpool tak lantas kehilangan minat mereka terhadap bintang berusia 23 tahun tersebut. The Reds kemudian melanjutkan usaha mereka pada bursa transfer musim panas tahun ini, dan usaha tersebut kali ini berhasil. Ya, Naby Keita telah resmi direkrut Liverpool dari RB Leipzig dan tentu saja kedatangan sang pemain disambut bahagia oleh para fans Tim Marseyside.

Bicara soal penolakan Keita pada dua kesempatan transfer terakhir, ternyata pemain berusia 23 tahun tersebut sejak awal memang hanya ingin bergabung dengan liverpool. Pasalnya, Keita mengungkapkan bahwa dia sempat menolak tawaran dari Barcelona dan Bayern Munchen dan itu dilakukannya demi bisa bergabung dengan Liverpool.

“Memang benar bahwa ada beberapa tim yang terlibat (mencoba merekrut) seperti yang anda (wartawan) sebutkan itu (Barca dan Bayern). Namun bagian besar dalam keputusan saya adalah peran dari pelatih,”

“Kami berbincang-bincang dengan baik. Kata-kata yang dia katakan pada saya soal proyek ini sungguh meyakinkan saya. Saya bisa melihat bagaimana klub ini berkembang.” kata Keita di fourfourtwo.

Selanjutnya, Keita mengakui bahwa keputusannya bergabung dengan Liverpool juga dipengaruhi oleh Sadio Mane, mantan rekan satu timnya yang memang sudah lebih dulu merapat ke Anfield.

“Dan saya berbicara banyak dengan Sadio (Mane). Sadio seperti saudara bagi saya. Kami menjalani sembilan bulan bersama di Salzburg dan membangun rapor yang bagus.” tandasnya.

Leave a Comment