Ryan Giggs Malah Lebih Banyak Belajar dari Van Gaal

Meski telah menghabiskan 13 tahun dalam karirnya sebagai pemain arahan Sir Alex Ferguson, Ryan Giggs justru mengaku lebih banyak mendapatkan ilmu kepelatihan dari sosok Louis Van Gaal.

Giggs bermain bagi Manchester United sejak tahun 1990 silam, dan sejak saat itu dia tidak pernah pindah klub sampai akhirnya gantung sepatu di tahun 2014 lalu. Sebelum penisun, Pria asal Wales ini sempat dipercaya menjadi pelatih sementara Manchester united, menggantikan David Moyes.

Ketika musim berakhir, Manchester United merekrut Louis Van Gaal sebagai pelatih tetap, sedangkan Giggs bekerja sebagai assistennya. Akan tetapi, kerja sama antara Ryan Giggs dengan Van Gaal hanya bertahan selama dua musim.

Ya, pada musim panas tahun 2016, Van Gaal didepak dari kursi manajer. Sedangkan Ryan Giggs tak lama berselang memutuskan pulang ke kampung halamannya dan menerima tawaran untuk menangani Tim Nasional Wales.

Selama menangani MU, Van Gaal kerap kali jadi sasaran kritik. Giggs pun merasa keheranan dengan hal tersebut, padahal sebagai assisten pelatih dia bisa menimba ilmu lebih banyak bersama juru taktik asal Belanda.

“Jadi itu benar-benar berbeda, meski anda bekerja di bawah seorang pelatih untuk waktu yang lama. Saya mengambil sisi manajerial dan hal yang berbeda dari apa yang dilakukan Sir Alex,”

“Sementara itu, dengan Louis saya melihat secara langsung sistem yang berbeda, mengapa anda memainkan sistem yang berbeda, alasan untuk ini dan itu, sungguh pengalaman yang sangat bagus,” ujar Giggs dalam Manchester United Podcast.

Selama periode singkatnya sebagai manajer interim Manchester united, Ryan Giggs berhasil meraih dua kemenangan, satu hasil imbang dan kalah sekali. Kendati pengalaman tersebut sangat singkat, tapi diakui pria berusia 46 tahun ini bahwa itu adalah pengalaman yang luar biasa.

“Pengalaman yang luar biasa, dan satu yang membuat saya yakin untuk menjadi seorang pelatih. Saya bisa mengatakan bahwa sampai saat itu, saya masih belum begitu yakin,”

“Saya merasa nyaman dalam membuat keputusan, saya merasa nyaman dalam posisi itu. Itu adalah pengalaman yang brilian,” tambahnya.

Leave a Comment