Sarri Dipastikan tetap di Juventus Musim Depan

Beberapa fans Juventus mungkin ingin mendengar kabar pemecatan Maurizio Sarri dari kursi manajer. Namun, sepertinya itu tidak akan terjadi, karena mantan pelatih Napoli bakal dipertahankan musim depan.

Di musim pertamanya sebagai manajer Juventus, Sarri langsung berhasil mempersembahkan gelar Scudetto. Akan tetapi, terdengar suara sumbang yang meminta agar manajamen klub memecat eks pelatih Chelsea.

Desakan itu muncul terkait dengan serangkaian hasil buruk yang didapati Bianconneri dalam beberapa laga terakhir. Termasuk diantaranya di dua laga terakhir Serie A Italia melawan Cagliari dan AS Roma.

Kendati kedua kekalahan itu tak lantas mengubah predikat Juve sebagai juara Serie A Musim ini, tapi para fans merasa cemas dengan nasib tim kesayangan mereka dibawah arahan Sarri.

Ada yang beranggapan bahwa pelatih berusia 61 tahun itu akan didepak jika Cristiano Ronaldo dkk gagal melangkah ke babak perempat final UCL.

Tapi, apapun hasil yang diterima saat bertemu Lyon akhir pekan nanti, Direktur Olahraga klub Fabio Paratici bisa memastikan bahwa Sarri akan tetap di posisinya musim depan.

Mengenai perkataan dari Paratici, Sarri pun yakin bahwa manajemen klub tentu sudah memikirkan matang keputusan ini. Mereka tidak akan memecat seorang pelatih hanya karena hasil dari satu pertandingan saja.

“Saya pikir pertanyaan ini pada dasarnya menyebut direktur kami amatir, yang di mana saya tidak berpikir demikian,”

“Mereka akan membuat evaluasi berdasarkan keseluruhan musim, jadi jika mereka telah memutuskan untuk membawa pelatih anyar, hasil besok tidak akan memengaruhi, apalagi kemenangan,” ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Sarri merasa paham dengan kecemasan para fans Bianconneri, karena pada dasarnya Juventus adalah tim yang terbiasa meraih kemenangan. Jadi saat segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, mereka akan berontak.

“Juventus adalah klub yang terbiasa meraih kemenangan dan oleh karenanya, orang-orang bisa merasa tak terkesan karena itu,”

“Namun menurut saya itu salah, sebab kemenangan harus selalu diperlakukan sebagai momen yang indah serta luar biasa,” pungkas mantan pelatih Chelsea tersebut.

Adapun di pertandingan leg kedua akhir pekan besok, Juve akan bertindak sebagai tuan rumah dengan posisi tertinggal 0-1.

Leave a Comment