Tak Ada Kata Puas, Liverpool Masih Ketagihan Jadi Juara

Menjadi juara Premier League memang melegakan bagi para pemain Liverpool, terutama mengingat fakta bahwa klub tak pernah jadi juara selama 30 tahun terakhir. Tapi mereka tak lantas puas, bagi para pemain The Reds, menjadi juara tak ubahnya sebagai candu.

Musim kemarin, Liverpool berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di babak final. Menggenapi capaian tahun 2019, pasukan Klopp berhasil jadi juara di laga Piala Super Eropa dan Piala Dunia antarklub.

Sedangkan di musim ini, Tim Marseyside melanjutkan prestasi mereka, kali ini dengan menjadi juara Liga Primer Inggris. Hebatnya lagi, Liverpool menjadi juara dengan menyisakan tujuh pertandingan.

Tapi yang lebih menarik adalah fakta bahwa ini adalah gelar juara pertama Premier League bagi Liverpool sejak format baru bergulir di tahun 1990 silam. Dengan kata lain, setelah 30 tahun penantian, akhirnya The Reds berhasil jadi juara.

Para pemain Liverpool tentu bisa bernafas lega karena apa yang diharapkan para fans sejak lama akhirnya terwujud juga. Tapi, banyak yang menilai bahwa seiring dengan keberhasilan tersebut, Liverpool kehilangan motivasi.

Hal ini tampak dari kegagalan klub memecahkan target rekor poin Premier League, dimana di enam pertandingan terakhirnya The Reds takluk dua kali. Bahkan, salah satu kekalahan ditelan saat berhadapan dengan tim medioker, Arsenal.

Tapi Bek Andrew Robertson membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa The Reds masih ingin terus meraih kemenangan. Dia mengklain bahwa para pemain Liverpool ketagihan menjadi juara.

“Ini tentang perasaan yang kami miliki di hotel ketika Chelsea mengalahkan Man City, ini tentang perasaan yang kami miliki di bus terbuka ketika kami mengalahkan Tottenham di final Liga Champions”

“mereka adalah perasaan bahwa, sebagai pemain bola, Anda tidak bisa mendapat lebih baik daripada dan kami ingin mempertahankannya,” tegasnya pada Premier League Production.

Ditegaskan bahwa Liverpool tidak ingin hanya menjadi juara sekali atau dua kali saja.

“Kami tidak ingin itu menjadi satu atau dua kali saja, kami ingin itu menjadi normal, kami ingin perasaan kemenangan itu setiap tahun dan itulah mengapa setelah memenangkan Liga Champions kami tetap termotivasi untuk pergi dan menang Premier League,”

Leave a Comment